Maafkan Aku Bila Aku Mengeluh
Dari posting seorang teman di bulletin Friendster :
Maafkan Aku Bila Aku Mengeluh
Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang
remaja
tampan dengan rambut sedikit ikal. Aku iri
melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan
aku sangat ingin memiliki gairah hidup yang
sama. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung
berjalan. Dia mempunyai satu kaki saja, dan
memakai tongkat kayu. Namun ketika dia
lewat ....... ia tersenyum.
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.
Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku.
Aku berhenti untuk membeli sedikit kue.
Anak laki-laki penjualnya begitu
mempesona. Aku berbicara padanya. Dia
tampak begitu gembira. Seandainya aku
terlambat sampai tujuan, tidaklah apa-apa.
Ketika aku pergi, dia berkata, "Terima kasih.
Engkau sudah begitu baik. Menyenangkan
berbicara dengan orang sepertimu.
Lihatlah, aku buta."
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.
Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.
Lalu, sementara berjalan. Aku melihat
seorang anak mirip bule dengan bola mata
biru.
Dia berdiri dan melihat teman-temannya
bermain sepak bola. Dia tidak tahu apa yang
bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak,
lalu berkata, "Mengapa engkau
tidak bermain dengan yang lain, Nak ?"
Dia memandang ke depan tanpa bersuara,
lalu aku baru tahu dia tidak bisa mendengar.
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.
Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku.
Dengan dua kaki untuk membawaku ke
mana aku mau.....
Dengan dua mata untuk memandang
mentari dan
bukit-bukit.....
Dengan dua telinga untuk mendengar desir
angin dan
segala bunyi.....
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh

