Sunday, October 24, 2004

Maafkan Aku Bila Aku Mengeluh

Dari posting seorang teman di bulletin Friendster :

Maafkan Aku Bila Aku Mengeluh

Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang
remaja
tampan dengan rambut sedikit ikal. Aku iri
melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan
aku sangat ingin memiliki gairah hidup yang
sama. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung
berjalan. Dia mempunyai satu kaki saja, dan
memakai tongkat kayu. Namun ketika dia
lewat ....... ia tersenyum.
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.
Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku.

Aku berhenti untuk membeli sedikit kue.
Anak laki-laki penjualnya begitu
mempesona. Aku berbicara padanya. Dia
tampak begitu gembira. Seandainya aku
terlambat sampai tujuan, tidaklah apa-apa.
Ketika aku pergi, dia berkata, "Terima kasih.
Engkau sudah begitu baik. Menyenangkan
berbicara dengan orang sepertimu.
Lihatlah, aku buta."
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.
Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.

Lalu, sementara berjalan. Aku melihat
seorang anak mirip bule dengan bola mata
biru.
Dia berdiri dan melihat teman-temannya
bermain sepak bola. Dia tidak tahu apa yang
bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak,
lalu berkata, "Mengapa engkau
tidak bermain dengan yang lain, Nak ?"
Dia memandang ke depan tanpa bersuara,
lalu aku baru tahu dia tidak bisa mendengar.
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.
Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku.

Dengan dua kaki untuk membawaku ke
mana aku mau.....
Dengan dua mata untuk memandang
mentari dan
bukit-bukit.....
Dengan dua telinga untuk mendengar desir
angin dan
segala bunyi.....
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh

Going Home

Mulai tanggal 1 November besok, aku dan mas Jung resmi jadi warga Jakarta lagi setelah aku 8 bulan dan Mas Jung 19 bulan hidup di negeri Singa ini. Pulang saat ini adalah karena project yang dikerjakan Mas Jung sudah selesai dan sudah waktunya kembali lagi ke jakarta office. Sedih??? Pasti lah...setelah berjuang mati2an menyesuaikan diri dengan ritme hidup yang baru ternyata bgitu stabil kami harus pulang, apalagi aku sudah punya cukup banyak teman disini. Seorang teman disini bilang "gak percaya ah kalau udah mau pulang...", wah sama tuh mbak hehe.

Pertama kali datang kesini, aku gak punya teman sama sekali, untung ada istri sepupuku yang sesungguhnya beda usianya cukup jauh dariku tapi ternyata we get along very well. Mbak Novy ini yang pertama kali memperkenalkan aku pada teman2 baruku disini, ibu2 Singapura yang baik2 dan sangat friendly... Kak Iif, Devy, Mbak Wiwie, Mbak Dina, Febi, dst...hiks sedih juga kalau ingat teman2 disini.

Walaupun sangat terseok-seok di awal2 kedatanangan, tapi ternyata hidup disini sangat mendewasakan aku (kata ibuku loh), katanya kalau aku tinggal di Jakarta terus mungkin aku akan terus jadi anak manja yang tidak mengenal kata mandiri. Tapi disini...semua harus dihadapi sendiri (berdua sama Mas Jung juga). Teman2 ku juga jauh lebih dewasa mereka telah lama berumah tangga sehingga kadang aku amazed sendiri mereka yang berpendidikan tinggi bisa tinggal di rumah untuk jadi full time mom dan banyak pandangan2 mereka yang merubah pandanganku sendiri tentang hidup berumahtangga blom lagi info2 tentang bayi dan kesehatannya.

Well...despite all of those sadness...i'm so happy to go back lah :-). Jakarta berarti dekat lagi dengan keluarga, segala2nya juga lebih mudah karena berarti kalau mau curhat gak usah nelpon internasional lagi :-), dan aktivitas baru yang menanti (semoga dapet...). Senang...karena kembali ke Jakarta bisa bertemu dan dekat lagi dengan teman2 lama dan juga kehidupan lama yang dulu aku tinggalkan karena harus pergi kesini walaupun mungkin tidak semua bagian kehidupan itu bisa kembali padaku. Tapi yang jelas pada saat aku kembali ke Jakarta nanti aku pun telah membawa bagian kehidupanku yang baru yang tak ada pada saat aku tinggalkan Jakarta 8 bulan yang lalu...

"Tanah air ku tidak kulupakan
Kau terkenang selama hidupku
biarpun aku pergi jauh
tidakkan hilang dari kalbu.."

But...I'm gonna miss Kinokuniya dan Borders the most hiks...hiks (lah kok bookstore lagi????)

Friday, October 15, 2004

Hari Pertama Puasa

Hari ini adalah hari pertama puasa, pertama kali jauh dari orang tua, pertama kali sebagai istri orang,pertama kali di negeri orang, dsb. Setelah berkonsultasi dengan beberapa orang kuputuskan untuk tidak menjalankan ibadah puasa kali ini, karena kondisiku yang sedang mengandung. Kata guru ngajiku sih, Allah kan sudah memberikan kemudahan buat ibu yang sedang mengandung dengan membayar fidyah jadi lebih baik kemudahan itu saja yang dijalani.

Well, meskipun gak puasa aku kan harus tetap bangun sahur karena Mas Jung puasa...nah ini yang susah, seumur2 aku hidup dengan emak-babe, setiap kali sahur pasti bangunnya udah mepet dan makanan juga sudah tersedia di meja...setelah menikah dan punya rumah tangga sendiri jelas dong kebiasaan tersebut harus ditanggalkan hehe.

Jadi, kemarin malam dengan berbekal semangat 45 aku memasang weker untuk pukul 04.30 am (disini imsak jam 05.21 am). Mungkin karena takut telat bangun tidur juga jadi gak nyenyak (maklum 1st time), bgitu wekernya bunyi aku langsung loncat dari tempat tidur dan masak (wah si ibu bisa kagum berat nih klo liat :-D)...alhamdulilah waktu sahur dilalui dengan selamat.

Untuk buka puasa aku juga harus mutar otak...masak apa ya??? Soalnya kebiasaan ibuku dulu, kalau hari pertama buka puasa biasanya beliau menyediakan menu spesial. Setelah searching di internet, kuputuskan untuk masak sambal goreng daging yang dilengkapi telur puyuh dan kapri...modalnya nekat ajah...wong blom pernah nyoba :p. Untuk manis2nya, aku bikin koktail buah...kalau yang ini mah gampang2 aja, tinggal buah disiram air gula+vanili trus masukin lemari es deh, biar nanti Mas Jung pulang udah dingin.

Setelah dicoba sama Mas Jung, katanya sih sambal goreng dan koktailnya enak banget dan karena makannya banyak dia sekarang jadi ngantukk berattt......

3D USG

Hari Rabu kemarin, kami pergi ke dokter kandungan untuk genetic scan. Genetic scan ini adalah USG 3 dimensi, melalui genetic scan bisa dilihat apabila ada "kekurangan" pada fisik si baby. Pada awalnya, aku dan Mas Jung memilih untuk melakukan test ini karena hasil test darahku gak bgitu bagus (jelek malah), jadi kami melakukan test tersebut untuk memastikan gak ada chromosomal disorder pada si baby.

Alhamdulilah, hasilnya bagus. Yang lucu adalah si baby yang gak kooperatif waktu diperiksa, padahal dokter Ananda (dokter kandunganku) perlu melihat semua alat tubuhnya. Si baby malah ngeblakangin kita, nungging dan terakhir bubuk :-), walhasil pemeriksaan berjalan selama 1 jam lebih, karena ketidak kooperatifan tadi :-). Si dokter sampai bilang sama Mas Jung "you better be carefull, still small but nobody can tell him what to do.." hehe.

Lucu banget, mukanya udah keliatan gak terlalu jelas sih tapi kata ayah dan bundanya sih cakep :-), matanya juga masih merem, trus ada satu momen dimana monitor didepan kami sempat menangkap waktu dia lagi ngenyot2 jempolnya...ah lucunya anakku. Terakhir, dia bobo trus dibangun2in sama dokternya dengan menekan2 perutku karena pemeriksaannya blom selesai, si dokter bilang "poor child,maybe he (baby) thinks...they disturb my morning siesta"...kaciaan kamu nak...jangan marah sama pak dokter dan bunda ya....



Monday, October 11, 2004

Ibuku

Aku memang selalu mengagumi dan menyayangi Ibuku, dimataku ia adalah segalanya. Bukannya aku tidak menyayangi dan mengagumi ayahku, ayahku sendiri adalah figur hebat yang selalu mengabdikan hidupnya untuk kami keluarganya. Tapi, kali ini aku ingin bercerita tentang ibuku dahulu. Memang, ibuku adalah tipe seorang Ibu yang berusaha untuk selalu ada di tiap langkah anak2nya. Tapi, dulu aku tidak pernah menghargai sepenuhnya semua pengorbanan2 yang beliau lakukan demi aku, semua aku anggap adalah hal yang seharusnya dan sewajarnya beliau lakukan demi aku.

Sekarang, setelah berkeluarga dan mengandung, menengok kebelakang aku semakin menyadari betapa besarnya cinta dan pengorbanan yang dilakukannya untukku

Ibuku, selalu siap dengan pelukan2nya yang hangat
Ibuku, selalu siap dengan omelan2 panjang tentang perilakuku
Ibuku, selalu siap dengan telinga terbuka mendengarkan keluhanku bahkan juga teman2ku
Ibuku, selalu kreatif dan penuh ide
Ibuku, selalu siap membimbingku belajar

Kemarin, kukatakan kepadanya bahwa aku sangat menyayangi dan menghargainya apalagi setelah mulai kurasakan rasanya menjadi seorang ibu, ketika mulai kurasakan bayi laki2 kecil dalam kandunganku menendang2 dan menunjukkan "Bunda, aku sudah hadir dalam hidupmu...". Lalu ia berkata padaku "terima kasih kak, tapi apa kamu tidak terpikir, bahwa seharusnya kamu juga semakin menghargai mertuamu, bagaimana beliau juga sudah membesarkan suamimu anak laki2nya dengan baik?". Ah ibu, aku jadi ingin menangis....24 tahun lebih aku menjadi anakmu, masih ada saja sisi dirimu yang membuatku kagum...

Sunday, October 10, 2004

Mamma Mia!

Hari Sabtu (9/10/04) kemarin, aku berkesempatan untuk nonton Mamma Mia! di Esplanade. Mamma Mia ini adalah show yang menggabungkan antara tari, nyanyi dan juga ada unsur teaternya.

Mamma Mia dibuat berdasarkan lagu2 dari ABBA (group nyanyi Swedia) yang pernah sangat ngetop, bahkan beberapa lagunyapun masih dinikmati sampai sekarang, siapa sih yang tidak kenal "Dancing Queen"..."dancing queen, young and sweet only seventeen....".

Nah, judul Mamma Mia! pun diambil dari salah satu judul lagu ABBA. Kalau menurut program acara sih,lagu ini dipilih sebagai "judul" karena dianggap yang paling cocok dengan tema cerita yang diangkat.

Anyway, show dibuka pada pukul 02.30 pm (on time). Dipanggung duduk seorang gadis muda yang kemudian menyayinyakan lagu "I Have a Dream" (pernah dinyayikan ulang sama Westlife). Si gadis bernama Sophie, umurnya 20 tahun dan akan segera menikah dalam waktu dekat. Ia dan ibunya hidup di suatu pulau di Yunani. Permasalahannya (dan juga inti dari kisah ini) adalah ia tidak pernah tahu siapa ayahnya, padahal di hari pernikahannya ia ingin sekali di dampingi sang ayah pada saat berjalan menuju altar.

Usut punya usut, setelah membongkar2 meja kerja ibunya ia menemukan diary sang Ibu, yang menceritakan bahwa ia pernah punya hubungan cinta dengan 3 laki2. Laki2 pertama bernama Sam, nah pria ini adalah "the one" nya sang ibu, namun Sam ternyata sudah punya tunangan. Pria kedua dan ketiga bernama Harry dan Bill muncul ketika sang Ibu patah hati dengan Sam. Sialnya, ternyata hubungan sang ibu dengan ketiga pria ini nampaknya cukup jauh sehingga Sophie tidak tahu yang mana ayahnya.

Sophie memutuskan untuk mengirimkan undangan pernikahan pada ketiga pria itu, maka datanglah mereka untuk menghadiri pernikahan Sophie. Namun, sampai dengan malam sebelum pernikahan misteri masih blum juga terungkap, malah Sophie terjebak karena masing2 dari mereka "menawarkan" untuk mendampinginya menuju altar. Akhirnya, Sophie memutuskan agar Sang ibu yang mendapinginya. Di altar, sang ibu memberi tahu bahwa sesungguhnya ia pun tidak tahu siapa ayah Sophie, dan ketiga pria itu memutuskan bahwa Sophie adalah anak mereka bertiga (bule banget gak sih...hehe). Yang lucu, pada akhirnya Sophie justru tidak jadi menikah dan berhubung pendeta sudah hadir maka sang Ibu dan Sam (yang ternyata masih cinta) yang menikah...klise ya.

Keseluruhan menurutku show ini menghibur banget, lebih bagus daripada Saturday Night Fever (yang beberapa bulan lalu juga tampil disini), mungkin faktor bahwa aku lebih familiar dengan lagu2 ABBA daripada the BeeGees mempengaruhi juga kali ya....

Mamma mia, here I go again
My my, how can I resist you?
Mamma mia, does it show again?
My my, just how much I've missed you
Yes, I've been brokenhearted
Blue since the day we parted
Why, why did I ever let you go?
Mamma mia, now I really know,
My my, I could never let you go...

Thursday, October 07, 2004

HappY BiRTHdaY

Happy birthday Mas Jung, today is his 30th b'day. Gak ada acara yang istimewa untuk hari ini. Tadi malam pas pukul 00.00, aku liat dia udah bobo, terus buru2 aku keluarkan kue ulang tahun yang sorenya baru aku beli dan aku pasang 3 lilin kecil diatasnya (sebagai perlambang 30 bgitu).

Lalu, kuenya aku bawa ke depan dia then i kissed his cheek and whispered "Happy Birthday Mas". Hihihi dia kaget banget trus dia bilang "emang aku udah ulang tahun ya?", abis itu dia bilang "thanks upik" and those three magic words.

Kemudian acara tiup lilinnya, tapi ternyata aku gak punya matches...wah dodol banget nih organizernya, untung punya tusuk lidi bekas makanan jadilah ngambil apinya dari kompor dengan menggunakan tusuk lidi sajah. Setelah tiup lilin, aku ngeluarin kado ulangtahunku buat Mas Jung, sebenernya gak ada yang spesial dari kado itu (soalnya kadonya emang sesuai sama yang dia minta sih). Tapi suamiku itu memang bisa membuatnya jadi kelihatan spesial, begitu kado dibuka (isinya cufflink), dia langsung pake kemeja kantornya and try the cufflink...seneng deh karena dia suka kadoku :-)

Anyway, Happy Birthday Mas, hope being 30 brings you lot of luck, joy and happiness

With Love,

ps: Terimakasih buat mama dan papa di Jakarta yang tetap bikin nasi kuning meskipun kita jauh...

Wednesday, October 06, 2004

At the library

Masih di library@orchard...tiba2 seorang perempuan chinese menghampiriku. Trus dia nanya dengan bahasa Inggris "do you know where i can find table and bench to study", waduh...aku kan baru pertama kali kesana, dengan jujur aku jawab "i'm sorry, i don't know". Lalu seorang ibu disebelahku menerangkan kalau library ini gak punya fasilitas bench dan table untuk belajar, tapi kalau dia mau dia bisa ke kafetaria library untuk belajar.

Perempuan itu kemudian berkata kalau suasana kafetaria bagi dia gak cocok buat belajar, trus aku bilang "maybe you can go to Esplanade, there's also a library there"...nah trus dia bilang "i don't know where Esplanade is"...wadouw bingung juga aku, soalnya itu kan salah satu benchmarknya Singapura...kepengen bilang kalau Esplanade adalah gedung yang bentuknya mirip durian itu lohh..tp takut dia gak ngerti durian tuh apa.

Lalu si ibu disebelahku tanya sama perempuan itu, "where do you live?" trus dijawab kalau dia tinggal di daerah Kembangan (daerah east coast .red), tiba2 aku inget kalau temenku pernah bilang bahwa di daerah Bedok (yang juga di east coast) ada public library juga dan itu aku sampaikan sama dia. Tapi trus perempuan itu menjelaskan kalau dia milih library@orchard karena setelah ini dia mau fitnes di california (fitness center di daerah orchard). Setelah itu dia say thank you sama aku dan ibu disebelahku dan melangkah pergi...gak berapa jauh berjalan dia balik lagi dan nanya sama aku "are u Indonesian?" trus aku jawab "yes i am"...eh abis itu dia nyahut..."aku dari Solo mbak..."......HAAAAAAHHHHH !!!!!!

Pram

Few days ago, i went to library at Orchard. Setelah masuk dan browsing-browsing buku fiksi, tiba2 aku ngeliat buku2 karangan Pramoedya Ananta Toer yang sudah di terjemahkan dalam bahasa Inggris diantara beribu2 judul buku yang dikarang oleh pengarang asing. Memang aku pernah baca kalau buku2nya Pram sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris juga...tapi tetap aja itu gak mengurangi kekagumanku. Saat itu rasanya aku bangga banget jadi orang Indonesia...

Tuesday, October 05, 2004

Presiden baru

Kemarin KPU sudah mengumumkan klo Indonesia bakal punya presiden baru. Hmmm, kayak apa ya kinerjanya Presiden baru ini? Sebagai rakyat biasa, aku sih cuma pengen kehidupan yang lebih layak buat seluruh rakyat Indonesia. Selamat bekerja ya pak, tantangan yang menunggu di depan Bapak sungguh besar....

Monday, October 04, 2004

Handphone....

Seorang teman disini yang kebetulan juga sama-sama orang Indonesia baru saja kehilangan handphonenya. Pada awalnya ia berfikir bahwa HPnya ketinggalan di kantor, setelah ditelusuri ternyata HP itu tak sengaja tertinggal di taksi. Memang, malam itu ia baru saja pulang lembur, entah mungkin karena ngantuk berat maka HPnya bisa tertinggal.

Untung saja ia meminta receipt (disini taksi bisa memberikan receipt yang tercetak seperti klo kita belanja di dept. store), dan di dalam receipt itu tercantum nomor taksi yang ia tumpangi. Segera ia menelfon perusahaan taksi terkait dan melaporkan "kasus"nya, tanpa perlu menunggu lama HPnya segera dikembalikan. Bayangkan betapa hebatnya service yang diberikan oleh perusahaan taksi itu kepada pelanggannya, gak kebayang deh kalau kasus diatas terjadi di Indonesia...kalau boleh mengutip kata temen tersebut diatas "kalau di indo udah ke laut aja kali ye.."

Five months and counting ...

Gak terasa, minggu ini sudah masuk 5 bulan 2 minggu. Wow....sudah setengah jalan rupanya :-). Lucu deh terasa banget klo ada mahkluk kecil di dalam perut yang lincahnya bukan main.

Si baby ini gak peduli dengan jadwal bundanya. Pokoknya bisa dipastikan klo tengah malem mulai deh dia main sepakbola nanti baru agak tenang dikit setelah lewat jam 1 am. Apalagi klo baru dikasih susu, aduh seneng banget dia...muter...nendang...
Ayahnya sih bobo aja dengan tenang

Seneng banget klo ngerasain dia nendang, apalagi trus disayang2 sama ayahnya...i feel so blessed and blissfully happy. Aduh dia nendang lagi...kayaknya dia deh tau klo bundanya lagi cerita tentang dia :-)

"Lima bulan"


"Monkey God" - Lantern Festival 2004

Lantern Festival

Udah lama banget, kami berdua kepengen liat lantern festival di chinese garden. Orang-orang bilang sih keren abis, trus katanya tiap malem ada fire works yang bagus. Cuma karena waktunya malem (iyalah liat lentera mah bagusnya malem), kadang suka keburu males pergi, apalagi letak Chinese Garden yang lumayan jauh dari rumah tambah bikin kaki semakin berat buat melangkah ^--^.

Akhirnya, sabtu kemarin kita membulatkan tekad buat tu festival, abis mumpung lagi disini dan mumpung si kecil juga blom nongol. Jam 08.00 malem kita berangkat dari rumah dan nyampe di chinese garden jam 09.00, sayang banget pas kita nyampe fire works nya baru aja selesai hiks telat deh...

Tapi gak papa, soalnya lentera yang ditampilkan bener2 keren abis, bentuknya macem2 dan dibuat ada ceritanya. Mulai dari legenda monkey god sampai tokoh2 Disney kayak Alice in Wonderland, Nemo, Beauty and the Beast,dsb... Waks langsung deh kalap buat foto-foto. Jadi iri....kok bisa ya mereka mengemas event yang sekeren ini, udah gitu animo masyarakat juga gede banget (sekedar catetatan, kami datang satu hari menjelang event ini ditutup) padahal tiket masuknya juga lumayan (SGD 13,00).

Puas keliling2, menjelang jam 10.30 pm kami memutuskan untuk pulang, takut MRT nya penuh klo pulang pada saat closing time. Lama juga kami keliling2, tapi sungguh, gak kerasa capek sama sekali soalnya yang dilihat bagus-bagus banget :-).