Monday, October 11, 2004

Ibuku

Aku memang selalu mengagumi dan menyayangi Ibuku, dimataku ia adalah segalanya. Bukannya aku tidak menyayangi dan mengagumi ayahku, ayahku sendiri adalah figur hebat yang selalu mengabdikan hidupnya untuk kami keluarganya. Tapi, kali ini aku ingin bercerita tentang ibuku dahulu. Memang, ibuku adalah tipe seorang Ibu yang berusaha untuk selalu ada di tiap langkah anak2nya. Tapi, dulu aku tidak pernah menghargai sepenuhnya semua pengorbanan2 yang beliau lakukan demi aku, semua aku anggap adalah hal yang seharusnya dan sewajarnya beliau lakukan demi aku.

Sekarang, setelah berkeluarga dan mengandung, menengok kebelakang aku semakin menyadari betapa besarnya cinta dan pengorbanan yang dilakukannya untukku

Ibuku, selalu siap dengan pelukan2nya yang hangat
Ibuku, selalu siap dengan omelan2 panjang tentang perilakuku
Ibuku, selalu siap dengan telinga terbuka mendengarkan keluhanku bahkan juga teman2ku
Ibuku, selalu kreatif dan penuh ide
Ibuku, selalu siap membimbingku belajar

Kemarin, kukatakan kepadanya bahwa aku sangat menyayangi dan menghargainya apalagi setelah mulai kurasakan rasanya menjadi seorang ibu, ketika mulai kurasakan bayi laki2 kecil dalam kandunganku menendang2 dan menunjukkan "Bunda, aku sudah hadir dalam hidupmu...". Lalu ia berkata padaku "terima kasih kak, tapi apa kamu tidak terpikir, bahwa seharusnya kamu juga semakin menghargai mertuamu, bagaimana beliau juga sudah membesarkan suamimu anak laki2nya dengan baik?". Ah ibu, aku jadi ingin menangis....24 tahun lebih aku menjadi anakmu, masih ada saja sisi dirimu yang membuatku kagum...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home